GO-JEK bukan hanya
sebagai trendseter sebuah aplikasi melainkan sebagai mobilitas kemajuan yang
semakin mempermudah berbagai pelayanan yang terbaik. Era Manual saat ini
tergantikan dengan Era Gadget, diamana berbagai kebutuhan saat ini diperoleh
seperti melakukan sulap dengan hanya memberikan mantra “Bim Sallabim Jadi apa ?
Prok prok prok”. Jadi apa hayo ? Jadi beginilah Dunia saat ini tidak hanya
dengan dunia maya yang dikaitkan dengan Media Sosial akan tetapi dengan kemudahan
yang diberikan dari teknologi.
Pendiri Aplikasi Mobile
pertama di Indonesia semakin disegani, Karena dengan penawaran yang sangat
mempermudah dan menghadirkan berbagai kiat mengantarkan penumpang, mengantarkan
barang dan pembelian sesuai dengan request dari user aplikasi tersebut. Dibalik
kesuksesan Aplikasi mobile ini merupakan awal dari pengoptimalan penggunaan
teknologi secara efektif dan efisien.
GO-JEK didirikan oleh
Nadiem Makarim seseorang anak muda lulusan Harvard University yang kembali ke
Indonesia dengan menghadirkan Inovasi perusahaan berbasis teknologi, yang mampu
menyediakan lapangan kerja adan mempermudah dalam mobilisasi penumpang yang
bernaung dibawah perusahaannya. Nadiem Makarim merupakan pria kelahiran
Singapura tanggal 4 Juli 1984,perlu diketahui bahwa Nadiem Makarim mulai
bersekolah SD di Jakarta, kemudian ia lulus SMA di Singapura dan melanjutkan
pendidikannya di jurusan International Relations di Borwn University, Amerika
Serikat. Selama setahun ia mengikuti program foreign exchange di London School of Economics. Ia juga melanjutkan
studinya di Harvard Business School, Harvard University dan lulus dengan
menyandang gelar MBA (Master Business Of Administration).
Nadiem Makarim
diketahui pernah bekerja di sebuah perusahaan McKinsey & Company sebuah
konsultan ternama di Jakarta dan menghabiskan masa selama tiga tahun bekerja
disana. Diketahui pula ia pernah bekerja sebagai Co-Founder dan Managing editor
di Zalora Indonesia kemudian menjadi Chief Innovation Officer Kartuku. Berbekal
banyak pengalaman selama bekerja Nadiem Makarim kemudian memberanikan diri
untuk berhenti dari pekerjaannya dan mendirikan perusahaan GO-JEK pada tahun
2011.
Nadiem Makarim memiliki
alasan kuat mengapa ia memilih mendirikan perusahaan ojek online ketimbang
mendirikan perusahaan property atau bisnis besar yang lain, seperti yang
diujarkannya “Saya tidak betah
diperusahaan lain, saya ingin mengontrol takdir saya sendiri” begitulah
seorang Nadiem Makarim yang ingin membuka dan memberikan kesempatan para masyarakat
Indonesia untuk meningkatkan taraf hidup dimasyarakat untuk mencukupi
kebutuhannya.
GO-JEK semakin
berkembang setelah pada tahun 2014 mendapat suntikan dana dari perusahaan
investasi asal Singapura yaitu Northstar Group, kemudian perusahaan ojek milik
Nadiem Makarim tersebut juga mendapat suntikan dana pada tahun yang sama dari
dua perusahaan yakni Redmart Limited dan Zimplistic Pte Ltd. Kemudian nama
GO-JEK makin terkenal pada tahun 2105 ketika merilis aplikasi mobilenya
sehingga semakin banyak menarik minat pelanggan baru yang menggunakan jasanya.
Nadiem Makarim sendiri benar-benar memanfaatkan perkembangan teknologi untuk
kemudahan pelanggan menggunakan jasa GO-JEK nya. Para pelanggan GO-JEK dapat
menggunakan aplikasi melalui Smartphone mereka untuk memesan layanan GO-JEK,
selain itu tariff didasarkan pada jarak tempuh dan pembayarannya dapat
menggunakan credit (my wallet).
Meskipun dalam
kenyataan jasa ini mengalami pro dan kontra antara ojek online dan ojek
konvensional atau manual. Polemic ini mungkin sangat mencengangkan, akan tetapi
beberapa waktu lalu Nadiem Makarim bersama Presiden Jokowi bertolak ke Amerika
Serikat. Dalam agenda tersebut membicarakan mengenai perkembangan teknologi dan
sebagai wadah peningkatan economi dunia dengan pemanfaatan Gadget, dan
berbincang dengan CEO Facebook yakni Mark Zuckerburg sebagai salah satu dari
pelopor pemanfaatan teknologi yang mendapatkan User terbanyak diseluruh dunia.
Dan berjejer dengan beberapa praktisi media social seperti
Google,Instagram,Twitter, dll.
Berikut beberapa
inspirasi Indonesia yang berusaha memajukan dam memberikan kesempatan lapangan
kerja kepada masyarakat Indonesia yang selalu berfikir inovatif dan bertekad
bulat. Semoga beberapa kiat dan kisah tokoh tersebut dapat kita contoh dan
menjadikan kualitas pada diri kita dan kualitas orang lain dalan satu bangsa
Indonesia.



0 komentar:
Posting Komentar