27.1.16

Kesatuan Keluarga



Keluarga merupakan tempat dimana sebuah penanaman moral dan kepribadian yang sangat penting untuk keturunannya. Apakah anda pernah berfikir, akan menjadi apakah anda di kehidupan atau jenjang yang lebih tinggi itu? ini penjelasan saya mengenai sebuah keutuhan keluarga. Keluarga bukan hanya mengenai "Aku sebagai siapa ?, posisiku apa ?" keluarga merupakan sebuah kesatuan bisa dikatakan sebuah organisasi harus ada visi dan misi. Visi dan misi hadir bukan hanya sebagai cara dan tujuan yang ditargetkan melainkan mengenai tugas hak dan sebuah kewajiban. 
Keluarga terdiri atas Ayah Ibu dan Anak, sebuah keluarga yang bahagia semestinya memiliki beberapa prinsip dan beberapa cara asuh  yang baik untuk anaknya, di era sekarang ini terlampau banyak orang tua yang mendidik anaknya dengan berbagai cara atau pola asuh yang tidak menjaga beberapa hal yang wajib diperhatikan seperti membentak, memukul dan berbagai cara yang dilakukan orang tuanya kepada si anak tersebut. Ada banyak kekeliruan dalam menegaskan sesuatu hal yang memang seorang anak membutuhkan penjelasan yang lebih konkrit. Anak yang terbiasa dengan hal-hal keras secara konstan anak tersebut cenderung akan mengikuti gaya bicara dan gaya tingkah laku orang tuanya, dengan demikian keluarga adalah ilustrasi dalam mengimplementasikan sikap dan tingkah laku anak. Jangan pernah salahkan seorang anak ketika dia akan lebih cerdas dalam melakukan hal buruk itu. 
Beberapa kendala yang dihadapi sebuah keluarga : 
1. Perceraian 
2. Gagal mendidik Anak
3. Kemampuan komunikasi  pasif dalam keluarga
Pembahasan ini dimulai dengan sebuah "Perceraian", perceraian bukanlah hal yang dianggap sebagai pengakhir dari sebuah hubungan. Perceraian dalam hukum islam yakni hukumnya diperbolehkan akan tetapi dibenci oleh Allah SWT. Perceraian adalah keadaan yang sudah tidak bisa diusahakan dalam sebuah hubungan Rumah Tangga, hal tersebut merupakan faktor penurunan semangat dan perubahan berbagai sifat dan sikap anak sehingga menjadikan anak sebagai korban perceraian. meskipun itu hal yang melepaskan kedua orang tuanya dari masalah akan tetapi itu akan menjadikan masalah besar bagi sang anak, mungkin perceraian dapat dilakukan jika kebahagiaan seorang anak terjamin seperti berpisah dengan damai dan tidak adanya menyimpan kebencian dan dendam pada anak atau sebaliknya. Anak dapat saja membenci kedua orang tuanya karena perubahan kehidupan dan cara mereka memperlakukan si anak dengan berbeda dari sebelumnya atau adanya ketidak adilan dalam memperlakukan seseorang dihadapan si anak sehingga menimbulkan kebencian yang mendalam dan rasa kekecewaan yang teramat. Sehingga membuat si anak menurun tingkat kecerdasannya, dan tingkat sosialisasi dengan masyarakat sekitar karena si anak merasa kehidupannya sangat berbeda dari sebelumnya. 
Permasalahan setelah perceraian yang dilalui dalam keluarga adalah " Gagal mendidik anak " 
Gagal berati sulit maka dapat diartikan sebagai kesulitan orang tua dalam mengarahkan dan mengantarkan masa depan seorang anak. Kegagalan dalam mendidik anak biasanya disebabkan beberapa faktor yakni eksternal dan internal. eksternal biasanya disebabkan karena lingkungan yang mempengaruhi dalam perkembangan anak  tersebut. dan internal disebabkan karena diri anak dan pola yang diterapkan orang tua. seperti yang saya sampaikan pada awal pengenalan, seorang anak akan menjadi peniru dan pelaku yang baik apa yang orang tuanya lakukan terhadap dirinya. maka orang tua harus menjadi aktor dan aktris yang melakonkan adegan yang kesannya bijaksana, bertanggung jawab, dan menjiwai serta dapat membuat anak berpandangan yang baik. sehingga anak anakn mencontoh dan melakukan hal yang sama dan sang anakpun sudah memiliki gambaran kedepannya. 
Permasalahan yang sering terjadi dalam keluarga yang sulit dilakukan diera globalisasi adalah "Komunikasi pasif" betapa pentingnya  berkomunikasi, karena komunikasi mempermudah menyampaikan maksud dan tujuan dengan baik serta cara yang paling simple untuk mengungkapkan harapan dan keinginan. komunikasi di 2016 semakin berkembang seiring bermunculan teknologi yang canggih. Perkembangan teknologi yang canggih malah menjadi fokus pertama dalam komunikasi modern, akan tetapi sebagai hambatan penggunaan komunikasi verbal dengan saling bertatap muka. dan menurunkan tingkat komunikasi aktif. Dengan demikian faktor eksternal dan internal dalam keluarga dapat dicegah dan ditingkatkan tergantung dari individu dan keluarga masing-masing. 

0 komentar:

Posting Komentar